SERAT JOKO LODHANG GAMBUH 1. JOKO LODANG GUMANDHUL PRAPTANING NGETHENGKRANG SRU MUWUS ELING-ELING PASTHI KARSANING HYANG WIDHI GUNUNG MENDHAK JURANG MBREJUL INGUSIR PROJO PRANG KASOR JOKO LODANG datang berayun-ayun diantara dahan -dahan pohon, kemudian duduk tanpa kesopanan dan berkata dengan keras. ingat-ingatlah sudah menjadi kehendak TUHAN. bahwa gunung-gunung yang tinggi itu akan merendah, sedangkan jurang yang curam akan muncul dipermukaan, { akan terjadi wolak-walike jaman } karena kalah perang maka akan diusir dari negerinya. 2. NANGING AWYO KLIRU SUMURUPO KONDO KANG TINAMTU NADYAN MENDAK-MENDAKING GUNUNG WUS PASTI MAKSIH KATON TABETIPUN BEDO LAWAN JURANG GESONG Namun janganlah salah menguraikan kata-kata ini, sebab bagaimanapun juga meskipun merendah kalaupun gunung akan tetap masih kelihatan bekasnya, lain sekali dengan jurang yang curam. 3. NADYAN BISO MBREJUL TANPO TAWING ENGGAL JUGRUGIPUN KAL...
Karya : PakuBuwono IV Latar belakang dan tujuan ditulisnya Serat Wulang Sunu Pada abad 18-19 M, kondisi politik kerajaan Surakarta dalam penjajahan bangsa Eropa, Paku Buwana IV telah beberapa kali berusaha mengusir penjajah tersebut. Akibat dari penjajahan bangsa Eropa telah membuat rakyat Surakarta menjadi sengsara baik lahir maupun bathin. Suasana kehidupan semakin berat dan sulit, tidak ada kegembiraan kerena kesusahan yang tiada akhir. Pihak istana yang diharapkan sebagai perlindungan rakyat Surakarta, sudah tidak mampu lagi kerena kekuasaannya telah dirampas oleh penjajah, untuk itulah Paku Buwana IV dan para pujangga lainya mencoba mengalihkan kegiatan istana kepada kerohanian. Hal tersebut mempunyai maksud untuk memberikan pengajaran atau panutan kepada rakyat Surakarta khususnya dan masyarakat pada umumnya. Untuk mengembalikan atau membuat suasana tentram, damai dan makmur rakyat Surakarta, maka Paku Buwana IV mencoba menulis nasehat-nasehat dalam bentuk karya sastra, diantara...